top of page
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Instagram

Belajarlah dari Sang Sopir dan Si Kaca Spion


Jumlah kendaraan saat ini sudah tidak dapat dikatakan sedikit. Semua orang berlomba-lomba mengejar dan memangkas waktu dengan kendaraan mereka masing-masing. Katakanlah mulai dari sepeda motor hingga truk-truk besar berlomba melintasi jalan raya. Berbagai kepentingan, berbagi jalur di jalan yang padat terutama pada jam-jam tertentu. Beberapa kota besar nampaknya sudah sangat akrab dengan yang namanya kemacetan. Ketika macet tiba, suara derung kendaraan bersahutan dengan suara klakson mereka. Ibarat sebuah orkestra yang sejujurnya tidak harmonis melainkan memekakkan telinga bagi siapapun yang mendengarnya.


Ada banyak hal yang dapat kita cermati bersama dalam sebuah kemacetan. Hal yang baru saja saya lalui tadi sore selepas memberikan sebuah sesi private kepada klien saya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa saat ini di Jakarta sedang dilaksanakan pembangunan MRT (Mass Rapid Transit) di Lebak Bulus berimbas pada penyempitan jalur dari arah Pondok Indah menuju Lebak Bulus-tepatnya diseberang Wisma BCA. Sepeda motor hingga bus transjakarta berjejal bersama pada satu jalur yang tersisa.


Pada saat itulah seorang pengemudi dapat dikatakan luar biasa. Luar biasa dalam melihat situasi kendaraan di segala sisi agar tidak terjadi kecelakaan hingga luar biasa dalam mengendalikan emosi. Jujur saja, ketika macet tiba -khususnya di kota-kota besar- emosi pengemudi sangatlah dituntut dapat terkendali dengan sangat baik. Bagaimana tidak, dalam waktu sepersekian detik dan dalam jarak sepersekian meter, sepeda motor dengan sangat indahnya menyelinap di antara mobil-mobil yang sedang diam tak bergerak. Pada saat inilah, sahabat sang pengemudi muncul.


Sahabat pengemudi yang saya maksud adalah kaca spion. Ya, betul, kaca spion. Kaca spion di kanan dan kiri kendaraan dan yang terdapat di tengah kabin. Kaca spion inilah yang sangat membantu seorang pengemudi untuk mengendalikan laju kendaraan di jalan raya baik kala macet maupun pada waktu keadaan lancar. Seorang pengemudi dengan sangat piawainya akan melirik kaca spion guna memastikan jarak yang aman dengan sekitarnya. Kaca spion inilah yang dapat kita bersama terapkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


Bagaimana kita memandang sekitar kita dan bagaimana kita mengantisipasi perubahan keadaan di sekitar kita. Tentunya kita tidak dapat mengendalikan keadaan di sekitar kita, seperti halnya seorang pengemudi yang tidak dapat mengendalikan kendaraan yang melintas di kiri atau kanannya bahkan yang di depan atau yang di belakangnya. Menjalani sebuah proses kehidupan juga sama, kita tidak dapat mengendalikan semua itu. Namun kita dapat mengendalikan tindakan kita terkait keadaan tersebut. Hal ini bagai seorang sopir yang mamiliki kuasa penuh dalam mengendalikan pedal gas dan rem yang akan diinjaknya.


Kaca spion akan mengajarkan kita bahwa kita tidak harus selalu melihat arah belakang (masa lalu kita) namun sesekali kita perlu melihat arah kanan dan kiri (melihat sekitar kita) selagi kita fokus menatap jalan raya (tujuan hidup kita)


telah diunggah ulang setelah tanggal 2 Agustus 2017

 
 
 

Comments


bottom of page