top of page
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Instagram

Generasi Tahu Sutera: Mengapa Pendekatan Coaching Dalam Pendidikan Adalah Solusi



Dalam dunia pendidikan saat ini, pendekatan coaching menjadi semakin penting dibandingkan metode lecturing tradisional. Perubahan zaman dan generasi menuntut perubahan pendekatan dalam pendidikan. Generasi saat ini, yang seringkali disebut sebagai "generasi instan"; bahkan saya menyebutkan sebagai generasi tahu sutera. Mungkin saat zaman kita dahulu, kita sering diajarkan untuk menjadi orang yang tidak bermental tempe. Jangan salah, tempe dibanting, kacang kedelainya masih saling menempel walau tempe tersebut terbagi menjadi beberapa bagian.


Sementara itu tahu sutera, dengan mudahnya koyak walau hanya tersentuh jari seorang bayi. Hal ini tentunya menjadikan pendidikan memerlukan pendekatan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Generasi sebelumnya, yang tumbuh di era yang lebih keras dan penuh tantangan, memang tampak lebih tangguh. Mereka dibesarkan dalam lingkungan yang penuh tantangan, di mana mereka harus berjuang untuk bertahan dan berkembang. Metode pendidikan tradisional, yang berfokus pada penyerahan informasi dan pengetahuan, mungkin cukup efektif untuk generasi ini.


Mungkin kita masih ingat kalimat orang tua kita yang menyatakan “Pokoknya mama (papa) tidak mau tahu, kalau nilai kamu tidak bagus; mending tidak perlu sekolah lagi.” atau kalimat lainnya yang terkesan mengancam. Bahasa saat ini adalah parenting method 1. Metode pengasuhan dari orang tua. Parenting Method 1 adalah metode pengasuhan yang cenderung otoritatif dan memiliki harapan tinggi terhadap anak. Dalam metode ini, orang tua seringkali mengatur aturan dan harapan yang harus dipenuhi oleh anak, dan biasanya tidak memberikan ruang yang cukup untuk anak untuk mengekspresikan pendapat atau perasaan mereka.


Metode ini mungkin efektif pada beberapa anak, tetapi juga dapat menyebabkan stres dan tekanan pada anak jika tidak diterapkan dengan benar. Namun, generasi saat ini, yang tumbuh di era digital dan instan, memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Mereka hidup di zaman yang serba cepat, di mana informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat. Mereka seringkali dianggap lebih rapuh, namun sebenarnya mereka hanya memerlukan pendekatan yang tepat untuk membantu mereka berkembang. Sudah bukan zamannya lagi bahwa generasi saat ini dididik dengan cara atau metode yang sama dengan generasi kita dahulu.


Hal ini tentunya juga dipengaruhi dengan adanya perkembangan teknologi yang sangat cepat. Ibaratnya kalau dahulu kita dididik dengan tegas dan keras, sebagian besar teman-teman sebaya kita juga dididik dengan cara serupa. Namun saat ini dengan adanya sosial media, generasi tahu sutera ini dapat memperoleh perbandingan cara didik dan pendekatan yang ternyata berbeda. Dampaknya adalah generasi ini malah tidak sepenuhnya merasa dicintai oleh lingkungan atau orang tuanya sendiri.


Oleh karena itu diperlukan pendekatan yang berbeda dalam membantu anak berproses dalam hidupnya. Pendekatan coaching dalam pendidikan muncul sebagai solusi untuk tantangan ini. Pendekatan ini berfokus pada pengembangan individu, bukan hanya penyerahan informasi. Dalam coaching, pendidik berperan sebagai mentor yang membantu siswa menemukan dan mengembangkan potensi mereka sendiri. Mereka bukan hanya menjadikan siswa sebagai penerima informasi, tetapi juga membantu mereka memahami dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


Selain itu, pendekatan coaching juga membantu menjaga aspek psikologis siswa. Dalam era yang penuh tekanan dan harapan ini, kesehatan mental menjadi sesuatu yang sangat penting. Melalui coaching, pendidik dapat lebih memahami siswa dan membantu mereka menghadapi tantangan mental dan emosional yang mereka hadapi. Mereka dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan coping dan resiliensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tekanan zaman ini.


Data dari berbagai studi menunjukkan bahwa pendekatan coaching efektif dalam meningkatkan kesejahteraan siswa. Sebuah studi oleh International Coaching Federation menunjukkan bahwa 99% dari individu yang menerima coaching melihat peningkatan dalam kesejahteraan mereka, dan 86% dari mereka melihat peningkatan dalam kinerja akademik. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan coaching tidak hanya efektif dalam membantu siswa menghadapi tantangan zaman ini, tetapi juga dalam membantu mereka mencapai potensi akademik mereka.


Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengedepankan pendekatan coaching dalam pendidikan. Kita harus beradaptasi dengan perubahan zaman dan memahami kebutuhan generasi saat ini. Kesejahteraan siswa bukan hanya tentang pengetahuan akademik, tetapi juga tentang kesejahteraan mental dan emosional mereka dan pendekatan coaching dalam pendidikan dapat menjadi solusi untuk itu.

 
 
 

Comments


bottom of page