Menciptakan Pribadi Bukan dengan Mental Tahu Sutera
- Handoko Kusalaviro
- Mar 8, 2024
- 2 min read
Beberapa saat ini di media sosial cukup diramaikan dengan kemunculan berbagai meme yang menggambarkan fenomena sosial. Salah satu meme yang saya ingat bertuliskan “Bukan Ibukota yang keras, lo aja yang terlalu lembek”. Pernyataan dalam meme tersebut menggelitik pikiran saya. Ada benarnya juga pernyataan itu. Saat ini sudah terlalu banyak pribadi-pribadi yang “dimanjakan” sehingga ketika terjun di masyarakat mereka ini seakan-akan kurang siap menghadapi kerasnya ibukota. Berhubungan dengan dunia pendidikan saat ini, tantangan orang tua dan para pendidik adalah bagaimana semua pihak ini dapat saling membantu untuk mendukung lahirnya pribadi-pribadi yang memiliki mental baja bukan bermental tahu sutera (dahulu saya sering dibilang mental tempe jika tidak memiliki ambisi dan keberanian mengejar mimpi namun saat ini saya sadar tempe masih lebih keras dibanding tahu sutera yang bisa remuk walau cuma dipegang saja)
Pribadi yang memiliki mental tangguh ibarat baja atau karang di laut lepas bukanlah pribadi yang dapat dimunculkan secara instan melainkan oleh adanya proses yang menempanya. Ada beberapa hal yang perlu diluruskan agar anak-anak menjadi pribadi yang bermental kuat. Salah satunya adalah paradigma yang cukup keliru dimiliki oleh beberapa orang tua. Paradigma tersebut seperti anak saya tidak boleh sesusah saya dulu, jika dulu saya tidak bisa beli mainan anak saya tidak boleh merasakannya. Di satu sisi, hal ini adalah hal yang baik, namun dengan adanya ketidakbijaksanaan maka hal ini akan menjadi bumerang bagi orang tua. Saya sudah menemukan beberapa peserta didik saya yang akhirnya terlalu dimanja oleh orang tua yang memiliki paradigma seperti ini.
Secara garis besar, peran orang tua dalam membentuk mental anak yang kuat adalah dengan jangan terlalu memberikan segala kemudahan bagi anak. Orang tua sebaiknya mengajarkan dan mendidik anak bahwa segala sesuatu yang dimiliki adalah hasil dari semua usaha yang dilakukan. Hal-hal seperti kesulitan ekonomi maupun pengorbanan memiliki seusatu seyogyanya akan memberikan sebuah dorongan atau stimulus untuk menjadi pribadi yang tidak kenal putus asa. Selain itu pola asuh orang tua terhadap anak yang bijak dan tepat akan menghasilkan pribadi yang tangguh. Seperti halnya dalam operasi hitung matematika, sesuatu yang negatif jika ditambah negatif tentunya akan menghasilkan bilangan negatif namun jika negatif dijumlahkan dengan bilangan positif yang besar maka hasilnya akan positif.
Kita tidak bisa menentukan apa yang akan terjadi pada kita kelak. Namun kita dapat menentukan hasil yang akan terjadi dengan mengendalikan tindakan kita saat ini.
telah diunggah ulang setelah tanggal 7 April 2018



Comments