top of page
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Instagram

Pendekar dan Taman Perak

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis sebuah artikel dengan judul yang hampir sama. Pendekar di Taman Perak adalah judul artikel tersebut. Artikel tersebut saya buat untuk salah satu laman parenting dan education. Namun titik berat artikel tersebut pada aspek entrepreneurship. Namun pada artikel ini, saya akan berbagi mengenai pendekar dan taman perak dalam hubungannya dengan tujuan hidup.

Seperti biasanya, saya menulis sebuah artikel karena didasari pada sebuah pengalaman yang baru saja terjadi. Begitu juga dengan artikel satu ini. Beberapa hari lalu, ketika saya berdiskusi dengan salah satu klien saya perihal pendidikan khususnya jenjang strata satu. Klien saya kali ini adalah seorang orang tua dengan tiga putra. Putra pertama dan kedua adalah putra kembar yang saat ini telah memasuki dunia perguruan tinggi. Sebagai seorang mahasiswa yang baru masuk ke dalam dunia perguruan tinggi tentunya ada semacam eforia seorang mahasiswa baru. Ketakutan dan kecemasan sebagai orang tua mulai dirasakan oleh klien saya ini. Ketakutan akan putranya yang salah jurusan hingga rasa cemas akan kegagalan putranya. Hal yang pada waktu itu saya sampaikan kepada klien saya dan putra nya akan saya ulas pada artikel ini.


Kembali pada judul artikel ini yaitu Pendekar dan Taman Perak, sejujurnya kata pendekar dan kata taman perak adalah sebuah akronim. Pendekar memiliki kepanjangan Pengetahuan, Dedikasi dan Karakter. Pengetahuan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan suatu hal. Dalam tingkat perguruan tinggi, pengetahuan adalah semua informasi dan hal-hal yang berhubungan dengan disiplin ilmu yang diambil. Sebagai contoh, seorang mahasiswa bisnis seyogyanya memiliki pengetahuan yang cakap seputar dunia bisnis begitu juga seorang mahasiswa komunikasi memiliki pengetahuan yang mumpuni sehubungan dengan disiplin ilmu komunikasi. Pengetahuan yang didapatkan dari proses kegiatan belajar mengajar ini tentunya merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi seorang mahasiswa baru. Perbedaan cara mengajar antara guru SMA dan seorang dosen memiliki pengaruh yang cukup berarti. Oleh karena itu, seperti yang saya sarankan pada klien saya; seorang mahasiswa baru sebaiknya memiliki strategi belajar yang efektif. Memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki dan didapatkan adalah salah satu hal yang dibutuhkan.


Hal kedua yang harus dipersiapkan adalah dedikasi. Dedikasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sebuah pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha yang mempunyai tujuan mulia. Dedikasi pada saat ini adalah hal yang saya lihat sudah jarang dimiliki oleh para mahasiswa. Berdasarkan pengalaman sebagai peserta didik pada jenjang perguruan tinggi dan pengalaman menjadi pendidik membuka pandangan saya bahwa ada saja mahasiswa yang tidak memiliki semangat dalam menempuh jenjang ini. Ada beberapa mahasiswa yang memang punya semangat dan dedikasi dalam belajar namun ada juga yang motto hidupnya “yang penting lulus”. Hal-hal seperti inilah yang sebaiknya diubah perlahan dalam diri seorang mahasiswa. Sebaiknya, sebagai seorang mahasiswa memiliki pandangan bahwa jenjang perguruan tinggi adalah sebuah investasi masa depan sehingga secara sadar dan langsung, mereka akan benar-benar belajar secara efektif dan optimal.


Hal ketiga adalah karakter. Karakter mahasiswa yang perlahan harus dihilangi adalah karakter yang menghambat perkembangan diri. Katakanlah masa perguruan tinggi 4 tahun, 4 tahun bukan merupakan waktu yang singkat. Selama 4 tahun ini, sedikit banyak memiliki pengaruh dalam pembentukan karakter seorang mahasiswa ketika memasuki dunia kerja dan hidup bermasyarakat. Saya teringat ketika mengajar di sebuah perguruan tinggi swasta. Kala itu saya mengajar mahasiswa semester pertama. Terlihat jelas beragamnya karakter mahasiswa saya saat itu. Hal yang saya tekankan pada saat itu adalah penanaman karakter sebagai pribadi yang jujur. Tidak dapat dipungkiri, jumlah mahasiswa yang mencontek dan memberikan contekan tentunya akan tetap ada. Hal-hal seperti kejujuran, kedisiplinan hingga kepercayaan diri merupakan beberapa contoh karakter yang saya coba tanamkan sejak semester awal. Jadi, kata pendekar mengandung unsur pengetahuan, dedikasi, dan karakter.


Selain ketiga hal di atas, yang harus dipersiapkan seorang mahasiswa ketika menjalani jenjang perguruan tinggi adalah taman perak. Taman Perak juga merupakan sebuah akronim dari Target, Manfaat, Percaya dan Aksi.


Target merupakan sebuah tujuan yang dicapai oleh mahasiswa setelah lulus dari jenjang perguruan tinggi. Secara garis besar ada beberapa pilihan yang dapat dipilih setelah menyelesaikan jenjang strata satu. Adapun piihan tersebut meliputi professional employee, entrepreneur, researcher atau dosen. Professional employee secara harafiah berarti setelah lulus akan menjadi karyawan di sebuah perusahaan hingga mendapatkan jenjang karir tertinggi, katakanlah jajaran direksi. Sementara jika entrepreneur yang menjadi tujuan setelah menyelesaikan jenjang strata satu maka segala ilmu pengetahuan yang didapat sebaiknya mampu menunjang tujuan menjadi wirausaha. Yang berikutnya menjadi dosen atau peneliti di bidangnya. Jika seorang mahasiswa dari awal sudah mengetahuii tujuan setelah lulus maka ia secara tidak langsung sudah memiliki pandangan dan motivasi untuk terus mengembangkan diri. Selain itu, dengan memiliki tujuan seperti ini, seorang mahasiswa seolah-olah memiliki dopping untuk benar-benar memaksimalkan kesempatan menjadi mahasiswa. Kesempatan yang sangat luar biasa ketika kita mampu menjadi mahasiswa, terlebih lagi kita mendapatkan kesempatan memperoleh segala macam informasi dari dosen-dosen di sebuah perguruan tinggi.


Hal lain yang saya bisa tambahkan adalah manfaat. Aspek manfaat ini secara tidak langsung akan menunjang motivasi kita dalam memaksimalkan kesempatan di perguruan tinggi. Ada pepatah lama menyebutkan “Jika kita hidup penuh manfaat dan makna maka hidup ini akan terasa ringan”. Bukan hal yang mudah menjadi seorang mahasiswa tentunya. Ada begitu banyak tuntutan dan tantangan, namun jika kita mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri, orang tua bahkan sesama, maka menjadi seorang mahasiswa merupakan salah satu anugerah terindah.


Setelah kita semua memiliki pendekar dan sebuah taman, hal berikutnya adalah perak. Perak merupakan kepanjangan dari percaya dan aksi. Percaya diri merupakan salah satu hal terpenting yang harus dimiliki setiap individu. Kepercayaan diri yang tinggi akan membantu meningkatkan motivasi dan kinerja yang baik. Bukan hal yang mudah menumbuhkembangkan kepercayaan diri. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan bergaul dengan orang-orang yang memiliki kualitas kepercayaan diri yang tinggi. Hal lain yang akan melengkapi semua ini adalah aksi. Sebuah tindakan nyata sangatlah diperlukan agar seorang mahasiswa ketika lulus akan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat. Jadi, apakah kita semua siap menjadi seorang pendekar dengan taman peraknya?



telah diunggah ulang setelah tanggal 30 September 2017

 
 
 

Comments


bottom of page